Minggu, 23 Oktober 2011

Athaya Berceloteh


Pagi itu sekitar pukul 03:00 wita (dini hari) Athaya terbangun, seperti biasanya saat Athaya terbangun biasanya ia berteriak dan berceloteh serta bermain sendiri. Saat itu Bunda telah terbangun tapi Ayah masih asyik tidur ( soalnya semalam tidur larut malam) namun suara Athaya yang begitu nyaring dikeheningan pagi akhirnya Ayah terbangun juga dan menemani Athaya berceloteh.

Selama ini Ayah selalu ingin merekam saat Athaya berceloteh tetapi tidak pernah berhasil soalnya saat kamera disorot ke Athaya, ia langsung terdiam seribu bahasa dan berhasillah Ayah mengambil rekaman Athaya saat berceloteh, berikut Vide Athaya sedang berceloteh:




Wassalam!

Athaya Tengkurap


Pagi itu sekitar pukul 07:00 wita Athaya nangis kebetulan saat itu Athaya lagi sendiri didalam kamar, Ayah sempat kaget kenapa ya Athaya sampai histeris seperti itu? dan langsung menuju kekamar dan melihat ada apa sebenarnya dengan Athaya? setibanya di kamar ternyata Athaya tengkurap dan Athaya menangis dan histeris karena Athaya tidak bisa mengembalikan badannya seperti semula. Lucu juga melihat Athaya tengkurap tapi yang jadi permasalahan adalah baru beberapa detik tengkurap Athaya langsung menangis dan ingin kembali seperti semula. Athaya tengkurap di usianya yang ke 3 bulan. Berikut foto Athaya yang lagi tengkurap:




Wassalam!

Kamis, 04 Agustus 2011

Athaya Demam


Pada hari Senin, 01 Agustus 2011 sekitar pukul 06:00 wita badan Athaya hangat (demam) panasnya ga terlalu hangat sih tetapi cukup membuat Athaya ga nyaman (rewel dan sangat sulit untuk tidur). Ayah dan Bunda pusing juga mesti harus ngapain mana dirumah ga ada yang ngerti masalah bayi, sebelumnya sih Ayah dan Bunda merasa aman karena Ibu Ayah (Nenek Athaya) bersama kami tetapi saat ini Nenek Athaya telah pulang ke kampung halaman setelah bersama kami sekitar 2 bulan (sejak Bunda belum melahirkan Athaya).

karena tubuh Athaya tetap hangat setelah 2 hari akhirnya Bunda mencoba mengompres Athaya dengan bey bey fever yang Ayah beli di apotik sepulang dari kerja dan hasilnya demam Athaya perlahan-lahan menghilang.

Sebenarnya apasih yang seharusnya pertama kali dilakukan bila bayi kita terkena demam. Hmmm... mungkin artikel berikut yang Blog Athaya peroleh dari (www.tabloidnova.com) akan sedikit membantu.

kondisi fisik bayi tentu berbeda, saat Athaya demam dan Bunda melakukan kompres dan Alhamdulillah panasnya turun tetapi Mengompres saja belum tentu cukup lalu apa lagi?

Demam tak bisa dipisahkan dari proses tumbuh kembang. Terlebih di usia 0-12 bulan karena daya tahan tubuh bayi masih rendah sehingga mudah terinfeksi.

Yang perlu menjadi perhatian, bayi baru lahir sampai usia 2-3 bulan belum memiliki mekanisme pengaturan suhu tubuh yang sempurna. Meski mengalami infeksi cukup berat, bisa saja suhu tubuhnya tidak banyak mengalami perubahan. Untuk itu, perubahan perilaku merupakan tolak ukur yang lebih kuat ketimbang perubahan suhu tubuh. Di antaranya, bayi menjadi lemas, tampak tidak aktif, tidak mau minum, dan lain-lain.

Dikatakan demam jika suhu tubuh meningkat menjadi 38 C atau lebih. Demam bisa terjadi secara mendadak, langsung tinggi dalam beberapa jam atau meningkat perlahan-lahan dalam beberapa hari. Orangtua perlu tahu, tingginya suhu tubuh tak dapat dijadikan indikasi bahwa penyakit yang diderita semakin parah. Yang jelas, saat itu tubuh sedang berusaha melakukan perlawanan terhadap penyakit akibat infeksi. Itulah mengapa, demam dapat reda dengan sendirinya dalam 1-2 hari dan tak selalu butuh pengobatan.

Akan tetapi, mengingat tidak semua bibit penyakit mati pada suhu tubuh tinggi, maka dianjurkan untuk membawa bayi ke dokter apabila suhunya mencapai 38,5 C. Dikhawatirkan infeksi yang terjadi tergolong berat dan tubuh tak dapat mengatasinya tanpa bantuan obat-obatan.

MENGUKUR SUHU
Dari mana kita tahu kalau si kecil demam? Kalau Anda punya kebiasaan mengecup kening bayi atau mengelus kepalanya dan merasa suhu tubuhnya lebih hangat, boleh jadi ia memang sedang demam. Tentu saja, selanjutnya Anda harus memastikan dengan menggunakan termometer. Jika suhunya lebih dari 38 C, berarti dia benar-benar demam. Inilah cara mengukur suhu yang benar:
  • Wilayah tubuh yang dapat dijadikan tempat pengukuran suhu yaitu anus, mulut, ketiak, dahi, dan telinga. Namun yang paling dianjurkan untuk bayi adalah anus, karena wilayah inilah yang paling mendekati suhu tubuh sebenarnya. Pengukuran suhu rektal atau melalui anus juga kerap digunakan untuk mendapatkan suhu tubuh yang lebih akurat pada pasien dengan banyak keringat.
  • Posisikan bayi dalam keadaan tengkurap atau dimiringkan, kemudian masukkan ujung termometer air raksa atau digital ke dalam anusnya. Jangan paksa masuk lebih dalam bila termometer sudah terasa tertahan. Tunggu sesaat hingga termometer berbunyi beep untuk yang digital atau tunggu 5 menit untuk termometer air raksa. Sebaiknya pengukuran diulang minimal 2 kali untuk memastikan.
  • Jika pengukuran di anus sulit dilakukan, termometer dapat juga diselipkan di ketiak. Pastikan ujungnya menempel di kulit. Setelah itu, tekan lengan bayi ke dadanya agar termometer benar-benar terjepit. Tunggu hingga terdengar bunyi beep untuk yang digital, atau tunggu 5 menit untuk termometer air raksa. Biasanya, hasil pengukuran di ketiak lebih rendah 0,5-1 C daripada pengukuran di anus. Pengukuran di mulut agak sulit karena harus diletakkan di bawah lidah sehingga membutuhkan kerja sama yang baik. Risikonya lagi, ujung termometer yang terbuat dari kaca bisa tergigit dan pecah.
  • Jangan melakukan pengukuran suhu sehabis bayi dimandikan karena suhu yang terukur akan lebih rendah daripada kondisi yang sebenarnya.

LANGKAH PERTOLONGAN
Bila si kecil mengalami demam, inilah beberapa langkah pertolongan pertama yang dapat dilakukan di rumah:
  1. Sebetulnya demam merupakan mekanisme pertahanan tubuh terhadap serangan bakteri dan virus. Para ahli yakin, tubuh dapat lebih efektif melawan infeksi jika suhunya naik. Nah, jika perilaku bayi tidak berubah; tetap aktif bermain, mau minum dan makan MPASI, Anda tidak perlu memberinya obat penurun panas. Biarkan tubuhnya bekerja secara alami.
  2. Kenakan pada bayi baju yang tipis, nyaman, dan menyerap keringat. Hindari baju tebal, baju hangat, atau selimut tebal.
  3. Berikan ASI lebih banyak dan lebih sering. Bila usianya di atas 6 bulan dapat ditambah dengan air putih, kaldu ayam, kuah sayur, atau jus buah. Saat demam, penguapan cairan tubuh meningkat. Bila asupan cairan kurang karena bayi kurang minum, ini dapat menyebabkan dehidrasi ringan lantaran kebutuhan air meningkat bila suhu tubuh meningkat.
  4. Tempatkan bayi di ruangan dengan sirkulasi udara yang baik.
  5. Jika suhu tubuh di atas normal tapi belum demam (antara 37,5-38 C) alias sumeng , bayi/anak tak perlu diberi obat penurun panas. Cukup dengan membuatnya nyaman dalam ruangan bersuhu normal dengan pakaian biasa (jangan diselimuti) dan minum yang banyak. Umumnya, temperatur manusia meningkat pada sore hari menjelang malam dan turun setelah tengah malam menuju subuh.
  6. Jika temperatur tubuh terlalu tinggi, bayi akan merasa tidak nyaman, tidak bernafsu makan dan minum, serta sulit tidur yang justru membuatnya makin sakit. Jika demikian, berikan kompres hangat yang dapat menurunkan suhu tubuh dalam waktu 30-45 menit. Caranya, lepaskan seluruh pakaian bayi, kemudian lap sekujur tubuhnya dengan menggunakan handuk yang telah dibasahi air hangat, lalu keringkan. Ulangi beberapa kali hingga suhu tubuhnya turun. Kalau perlu, mandikan bayi dengan air hangat. Jangan pernah gunakan alkohol karena dapat terserap menuju pembuluh darah melalui kulitnya dan merusak jaringan saraf. Jangan pula gunakan air dingin/es karena akan membuat bayi tidak nyaman.
  7. Gendong kanguru. Metode kanguru bisa dipakai untuk menurunkan suhu tinggi pada bayi/anak dengan cara memanfaatkan sistem pengaturan suhu tubuh ibu. Namun, cara ini hanya cocok untuk demam akibat sakit ringan. Secara psikologis gendong kanguru juga menenangkan bayi karena ia berada dalam pelukan ibu. Syaratnya, ada kontak kulit antara bayi dengan yang menggendong. Telanjangkan bayi dan dekaplah di dada di dalam baju Anda yang longgar.
  8. Jika suhu sudah di atas 38 C, berikan obat penurun panas dalam bentuk drops (dengan pipet takar untuk bayi). Hati-hati dengan dosisnya karena harus diukur berdasarkan berat badannya (lebih baik tanyakan dulu pada dokternya lewat telepon). Ada 2 kelompok obat yang disarankan yakni ibuprofen dan asetaminofen/parasetamol, yang dapat diulang setiap 4 jam sekali (untuk asetaminofen) atau 6 jam sekali (untuk ibuprofen) bila suhu tubuh masih tinggi. Lebih amannya, lakukan pengulangan hanya setelah 6 jam. Yang tidak dianjurkan untuk bayi atau anak-anak di bawah 16 tahun adalah kelompok asetosal (seperti aspirin, aspilet) dan kelompok metamisol karena dapat berakibat fatal. Penting pula diperhatikan, jangan memberi bayi 2 kelompok obat sekaligus atau obat penurun panas yang merupakan kombinasi asetaminofen dan ibuprofen.
  9. Ukur suhu bila perlu setiap 3 jam sekali (patokannya supaya gampang, pertama diukur pukul 6, kedua pukul 9, ketiga pukul 12, keempat pukul 15, dan seterusnya.) Atau, bisa juga setiap satu jam sekali agar lebih akurat. Catat dan berikan kepada dokter saat melakukan konsultasi. Pola suhu tubuh dapat membantu mengetahui kemungkinan penyakit yang diderita. (Utami Sri Rahayu)


Wassalam!

Kamis, 21 Juli 2011

Telinga Athaya Ditindik


Saat imunisasi pertama kali Athaya, ada beberapa orang yang bertanya ke Bunda 'anak ibu laki-laki ya' secara spontan Bunda jawab 'perempuan bu' dan rata-rata mereka komentar 'oh belum dipasangin anting". Sebenarnya saat Athaya imunisasi pertama telinga Athaya sudah bisa ditindik karena di tempat imunisasi Athaya menerima tindik telinga untuk bayi, tetapi hari itu anting Athaya belum disiapkan.

Pada imunisasi yang kedua pada hari Selasa, 19 Juli 2011 telinga Athaya di tindik dan dipasangi anting. Saat proses tindik dilakukan Athaya menangis sangat kencang (mungkin karena sakit luar bisa kali ya) Bunda kasian melihatnya tetapi tangisan Athaya berhenti beberapa menit setelah proses tindik dilakukan. Sebenarnya tidak tega juga menindik telinga Athaya di umurnya yang masih bayi namun sebagian orang mengatakan sebaiknya lakukan tindik telinga disaat umur anak masih bayi karena kalau sudah dewasa akan terasa sangat sakit.

Penggunaan anting pada bayi sebenarnya hanyalah sebuah kepuasan orangtuanya (termasuk Ayah dan Bunda tentunya) mereka ingin melihat bayi perempuannya kelihatan cantik selain itu untuk mengetahui kalau bayi kita adalah perempuan. Jadi saat orang melihat bayi kita mereka tidak lagi bertanya2 bayi ibu laki-laki atau perempuan ya? seperti yang Bunda alami waktu itu.

Kali ini, Blog Athaya berbagi 'risiko tindik telinga saat masih bayi'. Seperti yang diambil dari www.detikhealth.com. Orangtua yang memiliki bayi perempuan biasanya ingin mendadani bayinya secantik mungkin termasuk memakaikan anting-anting di telinga si mungil. Orangtua berpandangan menindik telinga bayi perempuan sedini mungkin agar si anak tidak terlalu merasakan sakit.

Tindik telinga adalah prosedur yang sederhana tapi tetap memberikan ketidaknyamanan pada bayi. Orangtua memiliki pilihan untuk melakukan tindik telinga saat masih bayi karena akan berbeda halnya jika dilakukan saat anak sudah besar.

Seperti dikutip dari Pediatrics, beberapa risiko yang harus dihindari saat melakukan tindik telinga bayi, yaitu:
  1. Infeksi, Bayi yang masih terlalu kecil belum memiliki sistem kekebalan tubuh yang matang, sehingga jika terjadi infeksi di tempat tindik tersebut bayi tidak mampu untuk melawannya dengan baik.
  2. Reaksi alergi, Bayi masih sangat rentan terhadap reaksi alergi terutama dari logam-logam yang terkandung di anting seperti nikel, perak atau emas.
  3. Anting-anting bisa tertanam, Ada kemungkinan bagian dari anting-anting tersebut masuk ke lubang tindik dan tertanam ke dalam. Meskipun hal ini bsia terjadi di semua usia, tapi saat bayi sangat sulit untuk melepasnya.
  4. Terjadi luka, Pemilihan anting yang salah bisa menimbulkan luka di sekitar telinga saat bayi tersebut bergerak atau bermain, karena kulit bayi masih sangat tipis dan mudah sekali terluka atau tergores.
Tindik telinga pada bayi bukanlah suatu prosedur yang harus dilakukan sesegera mungkin. Hal ini bisa ditunda terlebih duhulu pelaksanaannya agar bayi merasa lebih aman dan memiliki risiko lebih kecil.

Jika orangtua ingin melakuakn tindik telinga pada bayi perempuannya, cobalah untuk menunggu hingga setidaknya bayi tersebut berusia minimal 3 bulan. Karena saat usia tersebut bayi sudah cukup bisa menangani infeksi ringan dan setidaknya bayi sudah mendapatkan satu kali imunisasi.

Saat ingin melakukan tindik telinga pilihlah anting yang tepat agar bisa mengurangi kemungkinan terjadinya reaksi alergi atau anting tersebut patah saat bayi menggaruk-garuk telinga karena merasa tidak nyaman. Pilihlan fasilitas yang steril dan dokter yang berpengalaman dalam melakukan tindik telinga. www.detikhealth.com

Wassalam!

Imunisasi Pertama Athaya


Lumayan lama blog Athaya tidak di update ya ini dikarenakan kesibukan Ayah dan Bunda. Oya pada hari Selasa, 12 Juli 2011 Athaya di imunisasi untuk pertama kalinya sejak Athaya dilahirkan, mungkin teman2 bertanya 'kok imunisasi pertamanya setelah umur Athaya 3 minggu (21 hari)'?... Sebenarnya saat Athaya masih di rumah sakit Ayah dan Bunda ingin memberikan imunisasi tetapi saat itu tubuh Athaya dalam keadaan hangat (flu) kasian juga ya! makanya dokter bilang nga usah di imunisasi dulu, nanti setelah tubuh Athaya tidak hangat lagi baru deh di imunisasi.

karena kami adalah warga baru ditempat kami saat ini makanya bingung juga Puskesmas atau tempat imunisasi terdekat dimana ya? setelah Ayah mencari informasi akhirnya ditemukanlah tempat Praktek Bidan Swasta yang letaknya lumayan jauh dari tempat tinggal kami (sekitar 3 km). Pagi itu Bunda telah mempersiapkan semuanya tepat pukul 07:30 wita ditemani Nenek kami berangkat ke tempat praktek bidan swasta tersebut. Setelah tiba bunda daftar dan Athaya ditimbang dan ternyata berat Athaya berubah dari 3100 gr menjadi 3700 gr.

Kali ini kita akan bahas soal pentingnya imunisasi bagi si kecil. Memiliki bayi berarti mempunyai kegiatan berkunjung ke dokter. Minimal, sekali dalam sebulan. Entah untuk konsultasi atau untuk rutin memberikan imunisasi. Tapi, mengapa bayi perlu diimunisasi?

Berbagai upaya akan dilakukan agar anak tumbuh sehat. Salah satunya dengan pemberian imunisasi atau vaksinasi sesuai jadwal. Pada kenyataannya memang banyak penyakit infeksi yang dapat dicegah dengan imunisasi. Karena itu pemerintah juga mewajibkan para ibu untuk melakukan imunisasi bagi bayinya dengan tujuan untuk menghilangkan penyakit tertentu.

Imunisasi dibedakan dalam dua jenis, imunisasi aktif dan imunisasi pasif. "Pada imunisasi aktif, tubuh ikut berperan dalam membentuk kekebalan (imunitas)," jelas dr. Waldi Nurhamzah dari Bagian Ilmu Kesehatan Anak, RSUPN Cipto Mangunkusumo. Tubuh seseorang dirangsang untuk membangun pertahanan imunologis terhadap kontak alamiah dengan berbagai penyakit.

Sedangkan dalam imunisasi pasif, tubuh tidak dengan sendirinya membentuk kekebalan, tetapi diberikan dalam bentuk antibodi dari luar. Seseorang yang mempunyai risiko terjangkit penyakit tertentu, diberi antibodi yang spesifik.

"Umumnya bayi dan anak diberi imunisasi aktif karena imunisasi jenis ini memberi kekebalan yang lebih lama," lanjut dr. Waldi. Sedangkan imunisasi pasif hanya diberikan dalam keadaan sangat mendesak, yakni jika tubuh anak diduga belum mempunyai kekebalan ketika terinfeksi oleh kuman penyakit ganas, seperti tetanus.

Tapi tak jarang pula imunisasi aktif dan pasif diberikan dalam waktu bersamaan. Misalnya, seorang anak yang terserang penyakit tertentu akan memperoleh imunisasi pasif untuk segera menetralisir racun kuman yang beredar. "Imunisasi aktif diberikan juga untuk mendapatkan kekebalan setelah sembuh dari penyakit tersebut," ujar dr. Waldi.

KEBAL SEUMUR HIDUP
Kedua jenis imunisasi tersebut juga berbeda dalam segi bahan bakunya. Dalam imunisasi aktif, tubuh diberi sebagian atau seluruh komponen kuman atau suatu bentuk rekayasa kuman sehingga terjadi rangsangan kekebalan tubuh (imunologik) yang menyerupai respon terhadap infeksi alamiah oleh kuman itu. Sedangkan respon dalam tubuh itu sendiri bisa berupa terbentuknya antitoksin (zat anti terhadap racun yang dibuat oleh mikroorganisme) atau bentuk lain yang efeknya menetralisir kuman. Sementara dalam imunisasi pasif, tubuh diberi antibodi spesifik (sudah siap pakai) yang dapat habis dalam tubuhnya.

Beberapa imunisasi dapat membentuk kekebalan tubuh seumur hidup, seperti campak. Namun ada pula bentuk imunisasi yang memberikan kekebalan tubuh dalam jangka waktu tertentu. Misalnya saja, DPT (difteri, pertusis, tetanus) dan polio.

Efektivitas suatu imunisasi aktif dapat diukur dengan memeriksa adanya proteksi terhadap suatu penyakit yang dituju. Pemeriksaan imunoglobin sering dipakai untuk pembuktian terjadinya proteksi terhadap penyakit tertentu. Tetapi bukan merupakan jaminan mutlak, karena pada keadaan tertentu kadar imunoglobin tidak dapat digunakan sebagai patokan terjadinya proteksi.

Pada dasarnya ada vaksin yang dibuat dari kuman yang dilemahkan atau dimatikan. Kuman yang dimatikan ini tidak dapat berkembang biak (replikasi) dalam tubuh manusia, sehingga untuk merangsang pembentukan antibodi diperlukan dalam jumlah banyak. Selain itu, secara berkala dibutuhkan juga pemberian vaksin ulangan untuk memperkuat antibodi.

IMUNISASI WAJIB
Ada beberapa imunisasi yang wajib diberikan, sesuai program Pemerintah, yaitu tuberkolosis (imunisasi BCG), difteria, pertusis dan tetanus (imunisasi DPT), poliomyelitis (imunisasi polio), campak (imunisasi campak) dan hepatitis B (imunisasi hepatitis B).

Selain imunisasi tersebut, masih ada imunisasi yang juga dianjurkan untuk diberikan yaitu imunisasi Tipa untuk demam tifoid dan paratifoid, imunisasi untuk hepatitis A, imunisasi HiB untuk kuman Haemophylus influenzae penyebab radang selaput otak (meningitis), serta imunisasi varisela untuk penyakit cacar air. Berikut penjelasan mengenai macam-macam imunisasi, manfaat, dan efeknya.
  • BCG (Bacille Calmette Guerin), Imunisasi ini diberikan agar bayi mendapat kekebalan terhadap penyakit tuberkolosis (TBC). Imunisasi BCG diberikan melalui suntikan di kulit lengan atau paha. Usai itu, pada tempat bekas suntikan biasanya akan timbul semacam bisul kecil yang akan mengering dengan sendirinya.
  • DPT (difteri, pertusis, tetanus), Imunisasi ini bertujuan untuk mencegah timbulnya penyakit difteri, pertusis (batuk rejan), dan tetanus. Suntikan vaksin dilakukan pada lengan atau paha bayi. Biasanya bayi yang baru saja mendapat suntikan DPT menjadi sedikit demam. Berikan obat penurun panas jika terjadi hal tersebut, sesuai anjuran dokter.
  • Campak (morbilli, measles), Diberikan agar tubuh anak mendapat kekebalan terhadap penyakit campak. Imunisasi ini hanya diberikan sekali saja, yaitu saat bayi berumur 9 bulan. Reaksi yang timbul pada tubuh anak berupa demam. Biasanya terjadi satu minggu setelah mendapat suntikan imunisasi.
  • Tipa, Imunisasi tipa diberikan untuk mendapatkan kekebalan terhadap demam tifoid (tifus atau paratifus). Kekebalan yang didapat bisa bertahan selama 3 sampai 5 tahun. Oleh karena itu perlu diulang kembali. Imunisasi ini dapat diberikan dalam 2 jenis: imunisasi oral berupa kapsul yang diberikan selang sehari selama 3 kali. Biasanya untuk anak yang sudah dapat menelan kapsul. Sedangkan bentuk suntikan diberikan satu kali. Pada imunisasi ini tidak terdapat efek samping. Hepatitis B, Penyakit ini memang cukup berbahaya. Bisa mengakibatkan kerusakan hati bahkan berkembang menjadi kanker. Karena itu imunisasi hepatitis B termasuk yang wajib diberikan. Jadwal pemberian imunisasi ini sangat fleksibel, tergantung kesepakatan dokter dan orangtua. Bayi yang baru lahir pun bisa memperolehnya. Imunisasi ini pun biasanya diulang sesuai petunjuk dokter. Hepatitis A, Penyakit ini sebenarnya tidak berbahaya dan dapat sembuh dengan sendirinya. Tetapi bila terkena penyakit ini penyembuhannya memerlukan waktu yang lama, yaitu sekitar 1 sampai 2 bulan. Jadwal pemberian yang dianjurkan tak berbeda dengan imunisasi hepatitis B.
  • HiB, Sampai saat ini, imunisasi HiB belum tergolong imunisasi wajib, mengingat harganya yang cukup mahal. Tetapi dari segi manfaat, imunisasi ini cukup penting. Hemophilus influenzae merupakan penyebab terjadinya radang selaput otak (meningitis), terutama pada bayi dan anak usia muda. Penyakit ini sangat berbahaya karena seringkali meninggalkan gejala sisa yang cukup serius. Misalnya kelumpuhan. Ada 2 jenis vaksin yang beredar di Indonesia, yaitu Act Hib dan Pedvax.
  • MMR, Imunisasi ditujukan untuk mencegah penyakit gondong, campak, serta campak Jerman. Komplikasi gondong dapat menyebabkan kemandulan pada anak laki-laki, sedang komplikasi rubela (campak Jerman dapat menyebabkan cacat pada janin dari ibu hamil yang tertular atau pernah tertular penyakit ini).
PERAN ORANGTUA
Dalam hal ini orangtua sangat berperan penting. Orangtua wajib mengupayakan dan melengkapi imunisasi bagi putra-putrinya. Jika anak menderita penyakit yang sebenarnya dapat dicegah dengan imunisasi, tentu saja itu merupakan kelalaian orangtua. Kendati demikian, faktor lain yang tak kalah penting adalah kemungkinan unsur vaksin yang tidak memenuhi syarat. Misalnya, vaksin sudah rusak ketika masuk ke dalam tubuh bayi.

Mencegah selalu lebih baik dari mengobati. Karena itu imunisasi adalah langkah pencegahan orangtua agar putra-putrinya tidak terjangkit penyakit tertentu. Memang keberhasilan imunisasi tidak menjamin 100 persen. Karena itu anak harus tetap dijauhkan dari kontak dengan anak atau orang lain yang memiliki penyakit menular.

Sebaiknya imunisasi diberikan selengkap mungkin. Berkonsultasilah dengan dokter mengenai jadwal pemberian imunisasi. "Jadwal ini semata-mata dimaksudkan agar memudahkan pemberian. Memudahkan bagi orangtua, si anak, juga bagi dokter," kata dr. Waldi.

Dengan demikian, sebagai orangtua kita sudah mengupayakan pemenuhan kebutuhan dasar anak agar pertumbuhan dan perkembangannya bisa berjalan ideal.

Riesnawiati Soelaeman/nakita (http://www.tabloidnova.com)

Wassalam!

Sabtu, 09 Juli 2011

ASI Bunda Buat Athaya


Sejak kelahiran Athaya pertama kali bunda tidak sempat memberikan ASI karena Bunda bermasalah dengan produksi ASI nya padahal ini sangat penting buat Athaya. Berbagai upaya telah dilakukan namun tidak membuahkan hasil yang optimal akhirnya Athaya diberikan susu formula yang saat itu diberikan dari rumah sakit.

Bunda sempat sedih karena tidak dapat memberikan ASI ke Athaya, saran dari teman dan keluarga telah dilakukan semuanya demi kelancaran ASI Bunda tetapi lagi-lagi belum berhasil, hingga suatu malam tepatnya Kamis, 07 Juli 2011 (sekitar pukul 21:00 wita) ASI Bunda berhasil keluar setelah dibantu dengan Athaya. Sungguh suatu kebahagian tersendiri buat Bunda bisa memberikan ASI buat Athaya di umurnya yang ke 16 hari. Karena Bunda belum pengalaman gimana caranya menyusui yang benar, maka dengan bantuan Ayah di dapatlah tips berikut ini yang diperoleh dari blog http://www.blogdokter.net yang mana pada blog tersebut Ayah menemukan 5 langkah menyusui yang baik dan benar. berikut 5 tip tersebut:
  1. Persiapan mental dan fisik. Ibu yang akan menyusui harus dalam keadaan tenang, tidak tergesa gesa atau takut dan malu payudaranya yang indah nongol ke permukaan. Tentu untuk memperoleh suasana ini, perlu dicari lokasi menyusui yang pas dan terjaga privasinya sehingga terhindar dari tontonan orang. Minum segelas air sebelum menyusui merupakan salah satu cara untuk membuat sang ibu merasa tenang. Hindari menyusui dalam keadaan haus dan lapar.
  2. Persiapan tempat dan alat. Sebelum menyusui perlu dicari tempat duduk/kursi yang nyaman dengan sandaran punggung dan tangan serta bantalan untuk menopang tangan yang menggendong bayi. Capek khan kalau tangan terus terusan menyangga bayi dengan tidak nyaman, yang ujung ujungnya mempersingkat waktu menyusui.
  3. Sebelum menggendong bayi, tangan dicuci sampai benar benar bersih untuk menghindari ASI terkontaminasi oleh kuman. Lalu sebelum menyusui, tekan daerah sekitar puting susu diantara telunjuk dan ibu jari sehingga keluar 2 – 3 tetes ASI, kemudian oleskan ke seluruh bagian puting susu. Cara menyusui yang baik adalah bila ibu melepaskan kedua payudaranya dari pemakaian BH.
  4. Susukan bayi sesuai dengan kebutuhan, jangan dijadual. Biasanya kebutuhan terpenuhi dengan menyusui tiap 2 – 3 jam. Setiap menyusui, lakukan pada kedua payudara secara bergantian masing masing selama kurang lebih 10 menit. Mulai selalu dengan payudara sisi yang terakhir disusui sebelumnya. Periksa ASI sampai payudara terasa kosong.
  5. Setelah selesai, oleskan ASI seperti awal menyusui dan biarkan kering oleh udara sebelum memakai BH untuk mencegah lecet. Hal ini dapat dilakukan sambil menyangga bayi agar bersendawa. Menyendawakan bayi setelah menyusui harus selalu dilakukan untuk mengeluarkan udara dari lambung supaya bayi tidak muntah.

Wassalam!

Rabu, 06 Juli 2011

Pilih laki-laki atau perempuan?


Saat bulan pertama Bunda mengandung Athaya, Ayah berharap bayi yang ada dalam kandungan bunda adalah seorang perempuan yang mungil dan cantik, alasan Ayah milih perempuan sederhana karena Ayah berharap akan sangat membantu bagi Bunda saat putri kami beranjak dewasa kelak tetapi apapun jenis kelaminnya kami akan tetap mensyukuri atas apa yang diberikan oleh Allah kepada kami.

Jenis kelamin bayi kami ketahuan saat umur kandungan Bunda sekitar tujuh bulan. Dokter yang periksa Bunda waktu mengatakan 'Wah sepertinya bayi ibu seorang perempuan', ternyata impian Ayah untuk memiliki seorang putri terkabul (Alhamdulillah).

Pilih laki-laki atau perempuan? tentu jawaban setiap orang akan berbeda-beda. Seperti halnya disaat Bunda belum melahirkan Athaya, Bunda sempat bertanya kalau nanti diberi rezki memiliki bayi! Ayah pilih laki-laki atau perempuan? tentu saja jawaban Ayah Insya Allah Ayah maunya perempuan tetapi bila diberi laki-laki Ayah akan tetap mensyukurinya.

Sebagai orang tua sudah seharusnya kita mensyukuri dan menerima apapun jenis kelamin bayi kita, walaupun saat ini banyak penelitian yang mengatakan kalo  mau bayi laki-laki lakukan ini dan itu begitupun sebaliknya jika ingin bayi perempuan. Namun sebagai manusia kita hanya bisa berusaha keputusan akhir hanya Allah yang mengetahui. Kali ini blog Athaya mengambil sebuah artikel dari bidankita.com yang mana pada artikel ini akan membuka pikiran kita tentang mengapa sih harus memilih antara laki-laki atau perempuan? yu kita simak.

Pada kehamilan yang direncanakan, pasangan suami istri dapat menentukan dengan sendiri jenis kelamin bayi dengan mengetahui teknik dan cara memilih jenis kelamin bayi

Namun yang jadi pertanyaan saya adalah mengapa harus memilih?

Pada kehamilan yang direncanakan, pasangan suami istri dapat menentukan dengan sendiri jenis kelamin bayi dengan mengetahui teknik dan cara memilih jenis kelamin bayi

Namun yang jadi pertanyaan saya adalah mengapa harus memilih?

Saya pernah membaca buku berjudul: "Pilih sendiri jenis kelamin anak anda". Oleh penerbitnya di sampul depan ditulis "Dengan metode Shettles yang praktis dan telah terbukti secara ilmiah di banyak negara". Buku ini ditulis oleh Landrum B.Shettles,M.D, PhD dan David M Rorvik. Buku ini oleh penerbitnya diklaim sudah terjual lebih dari 2 juta kopi.

Teknik yang ditawarkan oleh Shettles lebih banyak kepada pengenalan akan perubahan dan tanda-tanda pada saat menstruasi seperti perubahan lendir leher rahim (cervical mucus).

Namun, lagi-lagi saya kembali pada pertanyaan dasar yaitu: haruskah kita memilih jenis kelamin anak? Dan untuk apa?

Tidakkah akan terjadi gendercide, sehingga akan sangat sedikit jenis kelamin tertentu. Misalnya untuk masyarakat Bali atau batak yang "mewajibkan" memiliki anak lelaki akan menciptakan sebuah demografi penduduk yang lebih banyak lelakinya dari pada perempuan.

Mengapa kita tidak membiarkan saja alam mengatur seperti iramanya. Saya sering bertemu dengan permintaan pasangan akan jenis kelamin tertentu. Kebanyakan menginginkan anak laki-laki. Haruskah kita memilih ?

Buku ini memberikan pedoman praktis. Walau saya masih belum terlalu yakin dengan klaim keberhasilannya. Dan jika benar buku ini bestseller, ini membuktikan bahwa masih sangat banyak orang memilih jenis kelamin untuk anaknya. Hari ini juga saya membaca sebuah artikel yang cukup lengkap yang memaparkan bagaimana caranya mendapatkan jenis kelamin tertentu :

Jika ingin anak perempuan:
  • Lakukan coitus 2-3 hari sebelum ovulasi.
  • Sebelum coitus, basuh vagina dengan larutan asam. Misal 2 sendok makan l cuka dilarutkan dalam 1 liter air.
  • Usahakan istri tidak mencapai orgasme selama coitus, karena akan mening-katkan suasana basa , sehingga sperma Y yang berhasil membuahi sel telur.
  • Lakukan coitus dengan posisi berhadapan sehingga sperma tertampung di sekitar mulut rahim.
  • Lakukan penetrasi perlahan-lahan, sehingga kebanyakan sperma Y akan mati pada waktu penis melewati leher rahim. Hal ini karena sperma Y cukup lama berada di dalam cairan vagina yang bersuasana asam.
  • Lakukan coitus sesering mungkin selama 2-3 hari sebelum ovulasi.
  • Jika menginginkan seorang bayi perempuan Suami harus makan makanan yang banyak mengandung Alkaline, sedangkan istri banyak makan makanan yang mengandung asam. Makanan yang banyak mengandung alkaline adalah : sayur-sayuran, buah-buahan, putih telur, susu, dan ganggang laut. Makanan yang banyak mengandung asam adalah : Daging, banyak mengkonsumsi daging dibandingkan ikan untuk memunculkan suasana pH yang lebih asam di vagina sehingga sel sperma dengan kromosom Y akan mati karena tidak tahan dengan suasana pH tersebut.
  • Karena sel sperma dengan kromosom Y mempunyai umur lebih pendek dibandingkan dengan kromosom X, dengan hubungan seksual / hubungan intim yang teratur sebetulnya sudah meningkatkan kemungkinan lahirnya bayi perempuan/wanita. Namun untuk lebih pastinya anda dapat memilih jenis kelamin bayi perempuan dengan cara melakukan puasa hubungan intim/hubungan seksual pada saat masa subur.
  • Jika menginginkan seorang bayi perempuan senggama dilakukan pada waktu sebelum masa haid. Atau Hubungan seksual /hubungan intim sebaiknya dilakukan 2-3 hari sebelum masa subur dengan maksud pada selang waktu 2-3 hari tersebut sel sperma dengan kromosom Y akan mati sebelum ovulasi terjadi. Dengan demikian sel spermatozoa dengan kromosom X yang masih terdapat di rahim mempunyai kesempatan lebih tinggi untuk membuahi sel telur pada saat terjadinya ovulasi (keluarnya sel telur dari indung telur) sel spermatozoa dengan kromosom X sudah siap untuk membuahi sel telur.
  • Jika menginginkan seorang bayi perempuan. Suami harus menghindari penetrasi yang dalam kedalam kemaluan istri pada waktu senggama.
  • Alasan : Karakter dari Spermatozoa X dan Y. Spermatozoa X : Pelari maraton (jauh) dengan stamina yang tinggi ( kuat ). Spermatozoa Y : Pelari sprinter (cepat) dengan stamina yang loyo ( lemah ). Jadi, dengan penetrasi yang dalam, kemungkinan untuk spermatozoa Y mencapai tujuan akan lebih besar.
  • Jika menginginkan seorang bayi perempuan. Istri harus menhidari rangsangan selama senggama. Secresi cairan yang keluar dari kemaluan perempuan akan menjadi alkaline jika terangsang, hal ini akan mendorong aktifitas spematozoa Y.
  • Jika menginginkan seorang bayi perempuan. Cuci vagina dengan larutan dari dua sendok white vinegar yang sudah dicampur dalam satu liter air bersih. Hal ini dilakukan agar kondisinya menjadi asam sehingga aktifitas spermatozoon Y menurun.
  • Jika menginginkan seorang bayi perempuan. Posisi Istri pada waktu senggama diatas suami.
Jika ingin anak laki-laki
  • Lakukan coitus sedekat mungkin dng ovulasi sebaiknya tepat pada ovulasi, berkisar antara 12 jam sebelumnya. ). Ini dimaksudkan agar sel spermatozoa dengan kromosom Y yang berukuran lebih kecil dan gerakannya lebih cepat dapat segera membuahi sel telur sebelum sel spermatozoa dengan kromosom X yang bentuknya lebih besar dan gerakannya lebih lambat dapat mencapai rahim dan sama-sama berpeluang untuk membuahi sel telur.
  • Hubungan seksual /hubungan intim sebaiknya dilakukan 2-3 hari sebelum masa subur dengan maksud pada selang waktu 2-3 hari tersebut sel sperma dengan kromosom Y akan mati sebelum ovulasi terjadi. Dengan demikian sel spermatozoa dengan kromosom X yang masih terdapat di rahim mempunyai kesempatan lebih tinggi untuk membuahi sel telur pada saat terjadinya ovulasi (keluarnya sel telur dari indung telur) sel spermatozoa dengan kromosom X sudah siap untuk membuahi sel telur.
  • Sebelum coitus, basuh vagina dengan soda sehingga suasana basa.
  • Lakukan penetrasi langsung ke dalam, sehingga sebagian besar dari sperma Y langsung masuk ke rahim.
  • Waktu ovulasi adalah ± 14 hari dihitung dari mens hari pertama untuk yang siklus mensnya 28 hari.
  • Jika menginginkan bayi laki-laki. Suami harus banyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung asam, sedangkan istri harus banyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung alkaline.
  • Jika menginginkan bayi laki-laki. Keseringan senggama diklakukan pada waktu mendekati masa haid dan atau segera sesudah masa haid. Bagaimana mengetahui periode masa haid ? Temperatur atau suhu tubuh meningkat (Anda bisa menggunakan alat pengukur suhu tubuh dan mencatatnya sebagai record ).
  • Jika menginginkan bayi laki-laki. Disarankan untuk melakukan tusukan yang dalam oleh suami pada waktu senggama.
  • Jika menginginkan bayi laki-laki. Ejakulasi suami sesudah istri terangsang. Hal ini didasari dengan adanya penelitian bahwa pada saat orgasme istri akan mengeluarkan cairan yang bersifat basa/alkali sehingga akan mengurangi kadar pH dan Vagina menjadi lebih basa (suasana basa disukai oleh sel spermatozoa dengan kromosom Y).
  • Jika menginginkan bayi laki-laki. Cuci vagina dengan larutan dari dua sendok soda yang sudah dicampur dalam satu liter air bersih.
  • Mengenai puasa berhubungan intim/hubungan seksual, disebutkan bahwa suami harus berpuasa melakukan hubungan seks selama minimal 5 hari sebelum masa subur wanita/istri. Ini dimaksudkan agar tidak ada lagi sel sperma dengan kromosom X yang bertahan di vagina/rahim istri. Puasa ini juga dimaksudkan untuk mempertinggi kesuburan pria (kualitas sperma).
Banyak sekali kan upayanya...?

Namun kembali lagi ke pertanyaan dasar saya adalah mengapa harus memilih. Bagaimana jika ternyata kenyataannya beda? Ada seorang pasangan datang ke saya dan dari awal mereka menginginkan anak laki-laki karena kebetulan mereka asli medan dan ini adalah kehamilan pertama mereka, cucu pertama juga. Tentunya ingin laki-laki dong. Dari awal saat ikut kelas hypnobirthing saya sudah bilang bahwa untuk apa memilih jenis kelamin anak, terima saja apa adanya wong ini anugrah kok, namun si ayah tetep kuekeh pokoknya saya ingin anak laki-laki. Soalnya ini anak pertama, cucu pertama pula katanya.

Okeylah...

Nah di kelas hypnobirthing dari pertemuan kedua biasanya saya mengajarkan ke pasangan tentang bagaimana cara berkomunikasi dengan janin dari dalam kandungan.

Dan saat itu saya menganjurkan mereka untuk melakukannya di saat mereka USG 4D di SpOG.

Beberapa kali saat USG mereka gagal melakukannya, si janin gak mau respon dan selalu menutup pahanya bahkan terakhir dia menunjukkan punggung dan pantatnya, sampai si ayah gemes dan penasaran.

Setelah itu mereka datang dan konsultasi kesaya,

Saya bilang, tolong sekarang bapak dan ibu minta maaf ke janin, katakan maaf dan berjanji akan menerima dia apa adanya dan tetep mengasihinya.

Nah setelah sesi itu dengan semangat mereka sorenya ke SpOG penasaran ingin melihat reaksi si baby. Dan bener akhirnya si janin mau membuka pahanya dan saat itu juga si ayah langsung berteriak...’Yahhhh kok butet?!!!”

Dan saat itu juga si bayi langsung menutup pahanya dan membalikkan badannya.

Anda tau bagaimana perasaan janin itu?

Perasaan di tolak?

Perasaan tidak diinginkan jenis kelaminnya?

Padahal si ayah sudah berjanji akan menerima dia apa adanya, walaupun dia perempuan, namun?

Janin dalam kandungan mempunyai unsur yang sangat sederhana yaitu perasaan. Dia tidak punya keinginan dan dia belum punya kemauan. Dia suci dan dia sudah mampu merekam semua kejadian dan peristiwa yang menimpa dia, ibunya maupun yang ada di lingkungannya.

Saat di tolak, rekaman negatif itu terpatri dalam alam bawah sadarnya dandi limbic sistemnya...

Dan ketahuilah ini berefek negatif pada perkembangan psikologisnya kelak.

Jadi apakah Anda masih pilah-pilih? (Yesie Aprillia - bidankita.com)

Wassalam!

Selasa, 05 Juli 2011

Mengurangi Rasa Sakit Saat Persalinan


Andai saja Bunda Athaya mengetahui lebih awal bagaimana caranya agar bisa mengurangi rasa sakit saat persalinan, mungkin Bunda akan merasa lebih rileks saat detik-detik persalinan Athaya. Rasa sakit saat persalinan merupakan momok bagi seorang ibu apalagi pada kehamilan pertama seperti halnya yang dialami Bunda Athaya saat melahirkan Athaya.

Saat sedang googling eh ketemu deh tips 15 cara mengurangi rasa sakit saat persalinan, andai saja tips ini Bunda temukan sebelum persalinan Athaya kemungkinan rasa sakit yang Bunda alami tidak terlalu berat tetapi tips ini akan menjadi ilmu buat Bunda dan Bunda akan share tips ini semoga bermanfaat buat teman-teman yang lain utamamya Bunda-bunda yang saat ini sedang menanti detik-detik persalinan. Inilah 15 cara mengurangi rasa sakit saat persalinan yang dikutip dari www.bidankita.com.

1. Lupakan ketakutan Anda
Pada dasarnya, ada koneksi antara rasa takut dengan rasa sakit. Efisiensi otot rahim tergantung pada hormon sirkulasi hormone oksitosin pada tubuh ibu, dan sistem saraf. semua bekerja sama dan bersinergi. Rasa takut akan mengganggu keseimbangan system tadi. Ketakutan dan kecemasan menyebabkan tubuh Anda memproduksi hormon stres yang berlebih sehingga justru menyebabkan peningkatan rasa sakit. karena ketika Anda takut produksi hormone stress yaitu adrenalin meningkat sehingga ini akan mengurangi produksi hormone oksitosin dan endorphin sehingga selain meningkatkan rasa sakit justru membuat proses persalinan semakin lama dan semakin menyakitkan, bahkan kadang-kadang bisa berhenti. Ketakutan juga menyebabkan reaksi fisiologis yang mengurangi aliran darah dan dengan demikian suplai oksigen ke rahim juga berkurang.

2. Diskripsikan Apa ketakutan Anda
Secara spesifik apa yang Anda takutkan tentang proses persalinan dan melahirkan? Apakah Anda takut sakit, misalnya, telah memiliki pengalaman negatif dengan rasa sakit di masa lalu? Apakah Anda takut sesar atau takut dilakukan episiotomy lalu di jahit? Apakah Anda takut bahwa Anda akan kehilangan kontrol ketika bersalin? Apakah Anda memiliki ketakutan tentang masalah dengan bayi? Cobalah mendaftar dan menulis semua ketakutan Anda dan dan tulislah apa yang dapat Anda lakukan untuk menghindari rasa takut agar tidak menjadi kenyataan. Lalu lakukan relaksasi hypnobirthing untuk mengeliminasi ketakutan dan mengubah rekaman negative di dalam pikiran bawah sadar Anda.

3. Buka Wawasan
INGAT!!!! Pengetahuan adalah KUNCI!!! Semakin banyak Anda tahu, akan semakin sedikit rasa takut Anda. Sadari bahwa proses persalinan itu unik dan tidak akan sama antara ibu yang satu dengan ibu yang lainnya. masing-masing pengalaman persalinan ibu selalu berbeda. Ada sensasi (alias "rasa kurang nyaman") yang akan selalu terjadi antara kontraksi pertama dan saat melahirkan bayi. Jika Anda memahami apa yang terjadi dan mengapa, dan apa yang mungkin akan anda rasakan, Anda tidak akan terkejut. Ini akan sangat membantu sehingga kebanyakan ibu merasa yakin bahwa mereka dapat menangani “rasa” dip roses persalinan. Mengikuti kelas prenatal seperti kelas persaiapan persalinan, satau kelas relaksasi hypnobirthing akan sangat membantu Anda memahami apa yang terjadi dan mengapa. Seperti di kelas hypnobirthing prenatal class di BIDAN KITA, Anda akan diajari banyak hal dari A sampai Z tentang persalinan. Inilah yang membantu Anda menjadi lebih siap menghadapi “hari Besar” nanti, selain itu di kelas ini akan di bahas tentang rasa khusus yang mungkin akan anda rasakan, karena ini akan tergantung pada situasi tertentu setiap wanita dan kemampuannya untuk bekerja sama dengan kekuatan tubuhnya dalam persalinan.

4. Mempekerjakan tenaga professional untuk support
Seorang wanita yang berpengalaman, ini bisa bidan atau orang yang dididik khusus untuk pendampingan persalinan akan membantu Anda menginterpretasikan sensasi Anda selama persalinan, menawarkan saran untuk mengelola rasa sakit Anda, dan membantu Anda memahami dan berpartisipasi dalam mengambil keputusan medis. Memang akan membutuhkan cost khusus, namun jika ini adalah salah satu cara yang ampuh..dan memang ampuh, mengapa tidak?

5. Kelilingi diri Anda dengan bidan, dokter, suami, keluarga yang tak kenal takut
Ini agak sulit memang namun bisa diupayakan. Makanya akan lebih baik Anda mengenal dahulu siapa bidan yang akan mendampingi atau membantu proses persalinan Anda. Ketakutan itu menular. Pastikan Anda tidak membiarkan rasa takut ada dan semakin menjadi di ruang bersalin. Dan bukan hanya bidan sebenarnya. Tapi suami, ibu atau pendamping persalinan Anda nanti jangan biarkan mereka merasa takut dan cemas. Karena ini akan “menginfeksi” Anda. Nah untuk menghindari hal ini terjadi cobalah ajak mereka untuk melihat atau menonton video tentang persalinan agar mereka lebih “familiar” dengan proses tersebut.

Karena ketika mereka tidak memahami proses persalinan, ketika Anda merasa kesakitan, meraka akan cemas dan mereka merasa sangat kesal karena mereka tidak dapat "memperbaiki" itu. Maka, Siapkan pasangan Anda untuk persalinan normal. Katakan padanya apa yang mungkin terjadi jika peristiwa tidak berjalan seperti yang direncanakan.

6. Hindari pengulangi atau mengingat rasa takut
Jangan membawa beban yang menakutkan dari masa lalu Anda ke ruang bersalin. Artinya adalah, jika Anda mengalami trauma akan persalinan yang sebelumnya, usahakan hilangkan trauma tersebut dan jangan mengingat-ingat lagi proses yang lalu. Untuk itulah relaksasi hypnobirthing sangat di perlukan untuk “reprogramming”.

7. Ambil tanggung jawab untuk keputusan dalam persalinan Anda
Yang perlu diingat adalah mulailah menyadari bahwa semua intervensi terhadap alam pasti ada konsekuensinya. Jadi jika Anda takut merasakan rasa sakit lalu Anda memutuskan untuk melakukan epidural atau SC saat melahirkan tentunya Andalah yang bertanggung jawab terhadap semua resiko dan konsekuensinya.

8. Pilih dokter atau bidan dengan bijaksana
Apakah dokter atau bidan mengambil peran aktif dalam mengajarkan Anda tentang proses persalinan normal dan membantu Anda untuk mempercayai tubuh Anda untuk melahirkan? Atau apakah orang ini membuat pola pikir yang menakutkan tentang kelahiran, mengisi pikiran Anda dengan segala kemungkinan apa yang bisa saja salah? Hati-hati saat memilih “provider” bunda, lihatlah dan selidiki apakan dokter atau bidan ini mendukung persalinan normal atau justru sebaliknya yaitu menganggap proses persalinan adalah peristiwa medis yang kerapkali berakhir di intervensi termasuk SC? Dan tolong jangan abaikan rasa “kurang sreg” ketika bertemu dengan bidan atau dokter Anda tiap kunjungan kehamilan. Dokter dan bidan yang baik biasanya akan memancarkan rasa nyaman dan energy itu akan Anda rasakan. Jadi pertajam “sense” Anda.

9. Memahami proses persalinan dan kelahiran
Apakah Anda tahu apa yang terjadi selama kontraksi? Apakah Anda memahami bahwa mengubah posisi Anda untuk tegak dan mengubah posisi selama persalinan dapat mempengaruhi bagaimana proses persalinan Anda nanti?

10. Memahami alat-alat teknologi (seperti pemantauan janin elektronik) yang mungkin untuk digunakan selama persalinan Anda
Apakah Anda yakin bahwa Anda memiliki pengetahuan cukup untuk berpartisipasi dalam keputusan tentang penggunaan teknologi dalam kerja Anda?

11. Sadar akan pilihan yang tersedia untuk menghilangkan rasa sakit secara medis , seperti obat dan anestesi epidural.
Jadi ketika anda memutuskan untuk mengambil “menu” yang tersedia di RS tersebut tentang penghilang rasa sakit, sadari dan gunakan BRAIN Anda. Ketahui keuntungan, resiko, alternative lain yang akan anda terima. Jadi jangan karena di RS tersebut tersedia layanan itu dan Anda di bujuk provider anda langsung mengiyakan tanpa mengetahui resikonya.

12. Memahami pentingnya melepaskan dan menyerah pada tubuh Anda selama persalinan
Mempercayai tubuh Anda itu penting sekali. Karena sebenarnya tubuh seorang wanita diciptakan untuk melahirkan secara normal.

13. Belajarlah untuk rileks
Tenang itu penting! Tapi santai akan membantu memperlancar kemajuan persalinan Anda. Ketika semua otot- otot Anda Santai sementara hanya rahim saja yang berkontraksi, maka ini akan mengurangi ketidaknyamanan dan mempercepat kemajuan persalinan. Jika ada ketegangan di mana saja di tubuh Anda, terutama di wajah dan leher, ketegangan ini akan menyebar ke otot-otot panggul yang justru akan membuat menjadi semakin sakit. karena sebenarnya ketika kontraksi ada, otot panggul justru harus longgar dan santai. ketika Otot tegang maka rasanya akan lebih menyakitkan. Ketika otot-otot tegang ini akan melawan tubuh, kontraksi akan terjadi tanpa henti, dan hasilnya adalah rasa sakit. Kelelahan otot akan segera mengarahkan pada pikiran yang kelelahan, meningkatkan kesadaran Anda akan rasa sakit dan mengurangi kemampuan Anda untuk mengatasinya.

14. Belajarlah untuk santai untuk menyeimbangkan hormon untuk proses persalinan
Dua hormon membantu Anda membuat persalinan lebih efisien
  • Hormon adrenal (juga disebut hormon stres) memberikan tubuh Anda kekuatan ekstra yang dibutuhkan dalam persalinan. Selama persalinan tubuh Anda membutuhkan sedikit hormon stres untuk membantu Anda bekerja keras, tetapi ketika hormone ini berlebihan, tubuh Anda menjadi cemas dan tertekan, menyebabkan pikiran dan otot bekerja tidak efisien. Hormon stres bahkan dapat mengalihkan darah dari uterus/rahim ke organ-organ vital dari otak, jantung, dan ginjal.
  • Hormon Oksitosin, ini adalah hormone cinta yang mana ini sangat penting untuk membuat rahim berkontraksi.
15. Tenang untuk meningkatkan endorfin
Hormon Endorphin hormone inilah yang harus di manfaatkan karena hormone inilah yang membantu Anda mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan selama proses persalinan. Namun hormone ini akan segera turun ketika Anda tegang dan cemas. Endorfin merangsang sekresi prolaktin, hormon santai dan "ibu" yang mengatur produksi susu dan memberikan dorongan psikologis terhadap kenikmatan ibu. Studi telah menunjukkan bahwa endorphin meningkat dengan tawa untuk memahami peran masing-masing hormone dalam tubuh ketika proses persalinan. Selain itu endorphin massage juga bisa membantu meningkatkan produksi hormone endorphin ini.

Nah demikianlah 15 cara untuk mengurangi rasa sakit saat persalinan. Semoga bermanfaat bagi Anda.

Sumber: bidankita.com

Wassalam!

Senin, 04 Juli 2011

Hari Ini Umur Athaya Genap 13 Hari


Sudah lama juga blog Athaya tidak pernah di update sejak artikel terakhir diposting, saat itu tepat tanggal 25 Juni 2011. Dari jarak waktu tersebut ada banyak cerita tentang Athaya yang tidak sempat ter update karna kondisi dan keadaan Ayah maupun Bunda yang tidak memungkinkan untuk menulis.

Kali ini Ayah mencoba mengurai cerita-cerita tentang Athaya yang sempat tertinggal beberapa hari terakhir sejak Athaya kesulitan tidur malam waktu itu. Mengingat kejadian malam itu Ayah, Bunda dan nenek Athaya bener-bener bingung dengan keadaan Athaya yang sangat berbeda dengan malam-malam sebelumnya yang tidurnya nyenyak dan tidak gelisah.

Sepulang dari kerja, Ayah mencoba nyari solusi untuk mengatasi masalah yang dialami Athaya soalnya kasian juga dari sore hingga sore Athaya masih saja gelisah dan selalu dalam pangkuan Nenek habisnya kalau Athaya diletakkan di tempat tidur (dibaringkan) maka Athaya akan nangis seolah-olah Athaya sedang ketakutan saat ia diletakkan di tempat tidur apalagi ditinggal sendiri.

Sehabis sholat Azhar sebelum Magrib (25 Juni 2011 sore) Ayah memutuskan untuk membawa Athaya ke rumah Oma (Mama Atie) di Jl. Tamalate 7 dengan harapan Athaya akan tenang dan tidak rewel seperti yang terjadi semalaman di rumah Oma Mama An di Jl. Bajigau.

Sekitar 15 menit perjalanan kami tiba dirumah Oma (Mama Atie) di Jl. Tamalate, Athaya disambut oleh Oma dan dimasukkan ke sala satu kamar Oma agar Athaya segera istirahat. Sungguh diluar dugaan setelah Athaya diletakkan diatas kasur Athaya langsung tertidur lelap, ini bener-bener keajaiban setelah kurang lebih 24jam Athaya kesulitan untuk tidur.

Pada hari Selasa, 28 Juni 2011 kami melakukan syukuran hari ke 7 kelahiran Athaya Nenek dan tante Ama buatin Athaya leppek-leppek (teman-teman dah pernah denger khan) dan buras. Walaupun sederhana Syukur Alhamdulillah acaranya berjalan lancar, semoga tumbuh kembang Athaya kelak pun demikian adanya selalu lancar, sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Amin!

Setelah 2 hari nginap dirumah Oma (Mama Atie) di Jl. Tamalate pada hari Rabu tanggal 29 Juni 2011 kami ke Taeng (rumah kami). Sekitar sebulan lalu saat-saat menanti kelahiran Athaya kami meninggalkan Taeng dan nginap di rumah Oma Mama An di Bajigau. Sehari sebelum pindah ke Taeng, Ayah dah nginap duluan. Menurut keterangan dari Nenek dan juga keluarga yang lain ada baiknya sebelum Athaya masuk kerumah kami sebaiknya Ayah nginap duluan disana soalnya ini kali pertama Athaya memasuki rumah kami.

Sungguh bahagia dan nyaman juga ya nginap dirumah sendiri dibanding nginap dan berada dirumah keluarga. Suasana rumah kami masih ramai dengan kehadiran Om (bapak Edi dan putrinya), tante Ama dan ponakan-ponakan Ayah namun keramaian itu tidak berlangsung lama soalnya pada tanggal 30 Juni 2011 mereka sudah kembali ke palopo. Dirumah hanya ada Ayah, Bunda, Nenek (ibu Ayah) dan Rahmi (adik bungsu Ayah).

Oya, ada dikit kisah tentang Athaya yang hampir terlupakan. Normalnya menurut keterangan dari dokter dan keluarga tali pusar akan terputus dengan sendirinya saat umur bayi maksimal berumur 3-4 hari, tetapi tali pusar Athaya belum terlepas juga ya walaupun umur Athaya telah memasuki umur 10 hari dan terlepas pada hari ke 11. Lambatnya proses tersebut dikarenakan adanya kesalahan pada saat penggantian kain kasa pada tali pusar pada saat setelah mandi pagi. Selama ini telah terjadi kesalahan pada saat mengganti kain kasa pada tali pusar Athaya seharusnya kain kasa tersebut dibungkus dan dibalut namun selama ini kami hanya ngelap disekitar pusar (seperti yang dilakukan suster waktu itu di rumah sakit). Semoga ini bisa jadi pelajaran buat kita.

Sekian kisah dan cerita Athaya untuk hari ini, sebenarnya sih masih banyak yang perlu diceritakan tetapi waktu udah cukup larut dan sebentar lagi saatnya Ayah begadang bersama Athaya.

Wassalam!

Sabtu, 25 Juni 2011

Athaya Kesulitan Tidur Malam


Hari ini umur Athaya genap lima hari, pada hari Kamis 23 juni kemarin kami keluar dari rumah sakit karena kondisi Bunda sudah cukup membaik begitupun dengan Athaya, untuk sementara waktu kami nginap di rumah Oma Athaya di Bajigau setelah itu rencananya dilanjutkan di rumah Oma di Tamalate (baru deh ke Taeng rumah aslinya Athaya).

Saat Athaya lahir Bunda tidak bisa memberikan ASI untuk pertama kali karena Bunda belum memiliki air susu, seharusnya Bunda mulai melakukan terapi ASI pada umur kandungan Athaya 7-9 bulan jadi saat Athaya lahir ASI dah ready. Makanya saat ini Athaya minum susu formula yang diberikan dari rumah sakit.

Kasian Athaya nya sih tapi mesti bagaimana lagi kalo kondisi ASI Bunda udah demikian, Bunda telah berusaha melakukan berbagai cara agar ASI nya lancar namun sampai ini belum berhasil juga, mulai dari terapi payudara, ransangan yang dilakukan Athaya sendiri, konsumsi inilah itulah namun belum menemukan hasil.

Semalaman Athaya kesulitan tidur malam sehingga Ayah, Bunda dan Nenek Athaya terpaksa ikutan begadang padahal beberapa malam sebelumnya tidur Athaya tuh sangat nyenyak. Athaya kesulitan tidur malam seperti nya karena sakit perut, menurut Nenek Athaya perut Athaya tuh kembung dan bunyi serta sering buang angin, bawaannya Athaya ingin terus-terusan digendong dan pada saat akan ditidurkan di tempat tidur maka Athaya akan menagis. Entah berapa kali Ayah dan Bunda buatin Athaya susu agar Athaya bisa tertidur. Tepat jam 04:00 dinihari Athaya baru terlelap dan terbangun kembali jam 06:00 pagi.

Menurut Ayah sendiri rewelnya Athaya semalam kemungkinan disebabkan oleh tali pusar Athaya, soalnya tali pusar Athaya dicantolin (bahasanya keren ya) semacam jepitan diujung tali pusar sehingga pusar tersebut akan terasa berat dan tertarik saat Athaya sedang bergerak dan menyebabkan rasa sakir disekitar perut (area pusar).

Athaya yang sabar ya, Ayah, Bunda dan Nenek akan selalu disamping Athaya. Semoga malam ini tidur Athaya akan nyenyak dan ASI Bunda akan lancar sehingga Athaya tidak akan kesulitan lagi saat akan menyusu.

Menjadi seorang Ayah dan Bunda ternyata seru juga ya, gimana dengan pengalaman teman-teman.

Wassalam!

Kamis, 23 Juni 2011

Alhamdulillah Athaya Lahir Dengan Selamat


Pada hari Selasa, 21 Juni 2011 tepat pukul 24:00 perut Bunda terasa sangat sakit dan terus berlanjut setiap lima menit. Rasa sakit itu sebenarnya sudah mulai muncul sebelum Bunda tidur malam tetapi hanya sesaat saja. Karena sakit tersebut terus berlanjut dan Bunda sangat kesakitan, Ayah memutuskan untuk masuk ke Rumah Sakit Haji (pukul 03:00 dini hari). Sesampai nya dirumah sakit kami langsung menuju ke ruangan bersalin (lumayan lama juga menunggu di depan pintu sampai petugas membukakan kami pintu).

Setelah melewati beberapa check Bunda diharuskan kembali kerumah untuk sementara dan kembali ke rumah sakit di pagi hari karena belum ada pembukaan sama sekali. Hmmm, kecewa juga sih dengan pelayanan perawat saat itu tetapi kami tidak ada pilihan lain kecuali mengikuti saran perawat tersebut.

Setibanya dirumah Bunda makin kesakitan, Ayah jadi bingung meski ngapain? Hanya doalah yang bisa Ayah berikan semoga Bunda baik-baik saja hingga persalinan tiba. Sehabis sholat subuh, Ayah menghubungi nenek Athaya (Ibu Ayah) untuk datang ke rumah di Bajigau. Setelah nenek Athaya tiba, nenek nyaranin agar Bunda berjalan agar pembukaannya cepat.

Karena perut Bunda makin kesakitan Ayah terpaksa memanggil ibu yang pernah mengobati Bunda saat kandungan Bunda berumur tujuh bulan (Ayah menjemput beliau) saat beliau tiba dirumah Bunda di cek dan bilang Bunda akan melahirkan hari ini cuman Bunda sedikit ada masalah karena Bunda mengalami keputihan yang tidak normal.

Sekitar jam 08:30 wita kami berangkat ke Rumah Sakit Haji karena kondisi Bunda makin kesakitan, selang beberapa menit kami telah tiba di Rumah Sakit Haji dan Bunda langsung dibawa ke ruangan bersalin tetapi penuh terpaksa Bunda di tempatkan di ruangan kuret. Beberapa menit kemudian (pukul 09:30 wita) setelah Bunda selesai di check ulang perawat bilang Bunda telah mengalami pembukaan 3.

setelah melewati kurang lebih 13 jam (saat pertama kali masuk rumah sakit) dengan penderitaan yang luar biasa Alhamdulillah Athaya lahir dengan selamat tanpa kekurangan satu apapun. Saat proses persalinan Ayah tetap mendampingi Bunda sampai Athaya terlahir.

Alhamdulillah ya Allah engkau telah menyelamatkan Bunda dan Athaya tanpa kekurangan satu apapun, kami sangat bahagia dengan kehadiran buah hati yang telah kami nantikan selama ini, semoga kami bisa menjadi orang tua yang baik buat Athaya, jadikanlah anak kami anak yang baik, rendah hati, berguna dan berbakti bagi sesama utama kepada kami sebagai orang tuanya serta lindungilah Athaya jauhkan dia dari hal-hal buruk, berikan Athaya selalu kesehatan dan juga kebahagian lahir bathin dalam kehidupan keluarga kami. Amin ya Raball Alamin.

Wassalam!

Bunda Athaya Gagal Di Induksi


Pada hari Sabtu, 18 Juni 2011 sekitar jam 08:15 wita kami kerumah sakit bersalin yang direkomendasikan oleh dokter Bunda yang berada di jalan Kartini Makassar. Sebenarnya Bunda Athaya belum merasakan adanya tanda-tanda kelahiran tetapi dokter menyarankan ke kami agar Bunda segera di Induksi hari itu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Karena tidak ingin terjadi apa-apa akhirnya kami mengikuti saran tersebut.

Sekitar pukul 09:00 wita kami tiba di rumah sakit dan langsung menuju ke ruangan bersalin (bagian Administrasi), petugas yang piket mengatakan "apakah ibu sudah merasa sakit?" jelas kami menjawab tidak karena Bunda belum merasakan hal tersebut. Setelah ngobrol panjang lebar dengan petugas rumah sakit tersebut kami memutuskan untuk menunda induksi hari itu karena kami yakin induksi tersebut tidak akan berhasil dan buntut-buntutnya Bunda akan di operasi (sesar).

Sebelum meninggalkan rumah sakit bersalin tersebut Ayah mencoba menghubungi seorang teman yang kebetulan kerja di sala satu rumah sakit (Rumah Sakit Haji Makassar), maksud Ayah sih ingin ngecek bunda di rumah sakit dimana tempat teman Ayah bertugas kebetulan istri dari teman Ayah seorang bidan yang juga bertugas di rumah sakit itu.

Singkat cerita kami ke rumah sakit tersebut hanya selang beberapa menit kami telah tiba dan langsung menemui istri temannya Ayah namanya Bidan Narti (begitulah panggilan akrab beliau). Dari hasil check up tanda-tanda Bunda untuk melahirkan memang belum ada dan Bunda disarankan datang pada hari Rabu, 22 Juni 2011.

Wassalam!

Rabu, 15 Juni 2011

Tanda Kelahiran Athaya Belum Ada Juga


Kemarin tepatnya hari Selasa,14 Juni 2011 merupakan jadwal check up Bunda ke dokter kandungan. Check up terakhir dilakukan empat hari sebelumnya yang hasilnya menyatakan bahwa tanda kelahiran Athaya belum ada juga  setelah Bunda telah berjuang sekuat tenaga mengikuti saran dokter maupun keluarga.

Sepulang kerja Ayah daftarin Bunda di tempat praktek dokter dan Bunda berada di antrian nomor dua, sepertinya pasien dokter hari ini tidak terlalu banyak dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Setelah sholat Magrib! Ayah, Bunda ditemani Ayu (ponakan Ayah). Sedikit cerita tentang Ayu, Ayu adalah anak dari adik saudara perempuan Ayah yang baru tiba kemarin pagi (dari Palopo). Ayah dan Bunda sengaja mengajak Ayu menemani Bunda ke dokter kandungan, sekitar pukul 19:00 wita kami telah tiba ditempat praktek dokter. Pasien dokter sepertinya agak sepi hari ini soalnya diruangan tunggu hanya ada satu pasien yang sedang menunggu selain kami.

Dokter tiba beberapa menit setelah kami datang dan Bunda dapat giliran pertama kali soalnya pasien urutan pertama belum datang. Tensi Bunda normal namun berat badan Bunda turun setengah kilo, berat Athaya sendiri dalam kandungan bunda masih tetap seperti hasil check up sebelumnya. Saat USG dokter mengatakan kalau posisi Athaya dalam kandungan Bunda belum ada perubahan (tanda kelahiran Athaya belum ada juga), sementara air ketuban masih banyak.

Ayah dan Bunda jadi bertanya-tanya kenapa kondisi Athaya kok tidak ada perubahan setelah tiga kali melakukan check up yang mana pada interval waktu tersebut Bunda telah berusaha melakukan apa yang telah disaranin oleh dokter.

Dokter Bunda memberi penjelasan bahwa ini bisa saja terjadi karena banyak faktor diantaranya jalan lahir Athaya yang sempit (mulut rahim belum sepenuhnya terbuka), tali pusar Athaya pendek atau hal terburuk Athaya terlilit tali pusar (ya Allah mudah-mudahan bukan itulah penyebabnya). Dokterpun memberikan Bunda toleransi waktu tiga hari ke depan, apabila tanda kelahiran Athaya belum ada juga maka Bunda harus masuk ke rumah sakit bersalin pada hari Sabtu 18 Juni 2011 dan akan diberikan obat perangsang (induksi buatan) agar Athaya bisa segera lahir.

Mendengar induksi buatan Ayah dan Bunda merasa kwatir dan harapan untuk melahirkan normal tanpa induksi buatan pudar. Ayah dan Bunda hanya bisa mengharapkan keajaiban dari Allah SWT semoga Athaya bisa lahir dengan mudah dan lancar (tanpa induksi buatan) serta keadaan Bunda sehat, kuat dan sabar selama proses persalinan.

Wassalam!

Minggu, 12 Juni 2011

Athaya Kok Belum Lahir Sayang


Pada hari Jumat, 10 Juni 2011 Bunda melakukan check up seperti biasanya ke dokter kandungan. Seharusnya sih Bunda check up pada hari Sabtu 11 Juni 2011 tetapi kami sengaja melakukannya lebih awal karna ingin mengetahui kondisi dan keadaan terakhir Athaya secepatnya mengingat hari perkiraan lahir telah lewat (menurut hasil komputer)dan pemeriksaan dokter.

Ayah daftarin Bunda sekitar jam 16:00 wita dan dapat (antrian) nomor empat. Setelah sholat Magrib kami berangkat menuju tempat praktek dokter langganan Bunda. Waktu menunjukkan pukul pukul 19:30 wita tetapi dokter ko belum datang - datang ya, sementara pasien dah banyak yang menunggu atau mungkin dokternya lagi nanganin pasien yang lagi melahirkan. Ayah sempat berpikir jangan - jangan dokternya keluar kota (jangan sampai deh) karna Bunda harus di check up dokter langganan bukan dokter pengganti (dikit trauma dengan kejadian sebelumnya).

Tepat jam 20:00 wita dorkter bunda telah tiba, Hmmm lumayan juga nunggunya + harus ngantri di urutan ke empat. Namun Bunda ternyata tidak harus menunggu sampai nomor antrian empat karena pasien urutan kedua dan ke tiga belum datang (Alhamdulillah) akhir dapat giliran juga.

Setelah ngobrol - ngobrol ringan dengan dokter Bunda sementara suster ngecek tekanan darah Bunda (tensinya normal) dilanjutkan dengan menimbang berat badan Bunda akhirnya tiba waktu yang ditunggu-tunggu yaitu USG untuk mengetahui kondisi Athaya dalam kandungan Bunda.

Dari hasil USG kondisi Athaya tidak mengalami banyak perubahan dari hasil check up sebelumnya padahal Bunda berusaha semaksimal mungkin (dikit kecewa sih) belum lagi dokter memberikan waktu ke bunda empat hari kedepan (Selasa, 14 juni 2011)untuk melakukan check up ulang apabila sampai pada hari tersebut belum juga terjadi kontraksi maka akan dilakukan kontraksi buatan (disaranin agar Bunda masuk rumah sakit bersali). Jujur Ayah ma Bunda sempat merasa down mendengar keputusan dokter saat itu namun Ayah dan Bunda tetap optimis kalau semuanya akan baik-baik saja dan berjalan normal seperti yang kami harapkan Insya Allah (Amin).

Wassalam!

Rabu, 08 Juni 2011

Dari Hasil USG Seharusnya Athaya Dah Lahir


Pada hari Sabtu 04 juni 2011 Bunda check up untuk mengetahui kondisi Athaya dalam kandungan Bunda. Kami sedikit kecewa dengan hasil check up dari dokter soalnya menurut keterangan dokter Athaya belum sepenuhnya masuk ke panggul Bunda sementara jadwal lahir maju dari prediksi sebelumnya 13 Juni 2011 menjadi 05 Juni 2011.

Saran dokter agar Athaya segera turun ke panggul Bunda diharapkan banyak jalan dan rajin2 berhubungan dengan Ayah. Selama ini Bunda sudah melakukan hal yang disarankan dokter namun belum maksimal makanya dokter menyarankan agar dilakukan secara maksimal.

Seminggu sebelum check up aktivitas (duduk) Bunda lebih dominan dibanding jalan (berdiri) makanya terlambatnya Athaya turun ke panggul kemungkinan besar karena hal tersebut. Bukan hanya dokter dari pihak keluargapun nyaranin agar Bunda banyak jalan dan tidak tidur (tidur siang apalagi tidur pagi).

PR yang berat buat Bunda, tetapi seberat apapun itu Bunda siap menghadapi semuanya demi kebaikan Athaya dan kelancaran proses persalinan nantinya. Ayah terus memberi semangat dan spirit buat Bunda untuk melakukan segalanya, selain usaha Ayah dan Bunda juga tak henti-hentinya berharap dan berdoa semoga semuanya berjalan lancar tanpa hambatan satu apapun Insya Allah. Amin...

Foto diatas merupakan hasil USG Athaya saat umur 9 bulan dalam kandungan Bunda, sementara foto Athaya saat check  up minggu kemarin bisa dilihat disini foto tersebut merupakan hasil USG saat Bunda check up pada hari Jumat, 20 Mei 2011.

Wassalam!

Selasa, 07 Juni 2011

Athaya Aktif Bergerak Dalam Perut Bunda


Pada tanggal 02 Mei 2011 (umur Athaya 8 bulan dalam kandungan Bunda) dokter menyarankan agar Bunda datang untuk check up sekitar 20 hari kedepan, meskipun belum cukup 20 hari dari yang disaranin dokter pada tanggal 20 Mei 2011 kami telah melakukan check up.

Dari keterangan foto diatas (hasil USG) kondisi dan posisi Athaya baik tetapi belum memasuki panggul, kata dokter kalau bayinya masih aktif bergerak berarti belum memasuki panggul. Akhir-akhir ini Athaya memang sangat aktif bergerak namun anehnya saat Ayah berada disamping Bunda Athaya malas gerak, Ayah jadi bertanya2 kenapa ya? Bunda mengatakan kalau Athaya malu gerak kalo ada Ayah.

Hmmm, tapi jawaban bunda tuh salah. Athaya tidak gerak saat Ayah dekat Bunda karena Athaya lagi bobo (ni jawaban versi Ayah) buktinya Athaya rajin gerak saat menjelang tidur malam jadinya Ayah dan Athaya bermain terlebih dahulu sebelum bobo. 8 (delapan) bulan umur Athaya dalam kandungan Bunda bisa dilihat disini.

Wassalam!

Kamis, 02 Juni 2011

Umur Athaya 8 Bulan Dalam kandungan Bunda



Alhamdulillah Akhirnya Bunda di check up oleh dokter Bunda yang sebenarnya setelah hampir 2 bulanan tidak ketemu. Satu hal yang membuat Bunda nyaman dengan dokter Bunda adalah beliau sangat care dengan Bunda, oya dari kemarin - kemarin belum sempat kenalin dokternya Bunda.

Nama dokter Bunda Athaya adalah Dr. Irnawati, SpOG tempat praktek beliau di Jl. Cendrawasih lokasinya sangat dekat dari rumah (Orang tua Bunda). Sala satu alasan kami memilih dokter Irna sebagai dokter Bunda karena lokasinya yang terdekat dari rumah.

Foto diatas merupakan kondisi Athaya dalam kandungan Bunda saat berusia 8 bulan, menurut dokter kondisi Athaya baik dan dokter juga mengatakan kalau Athaya akan lahir sekitar tanggal 13 Juni 2011 beliau menyarankan agar Bunda melahirkan di Rumah Sakit Bersalin Hadijah (dekat Karebosi) kebetulan dokter Bunda merupakan sala satu dokter di rumah sakit tersebut.

Wassalam!

Rabu, 01 Juni 2011

7 Bulan Athaya Dalam Kandungan Bunda



Foto diatas merupakan hasil USG Athaya saat umur 7 bulan dalam kandungan Bunda. Saat itu Bunda di check up oleh dokter pengganti (dokter Bunda lagi keluar kota, demikian informasi yang kami peroleh dari suster jaga). Dokter pengganti saat itu tidak respek terhadap kami namun dari dokter tersebut Athaya ketahuan kalo Athaya Perempuan.

Wassalam!

Senin, 30 Mei 2011

Saat Umur Athaya Lima Bulan Dalam Kandungan Bunda



Foto diatas merupakan hasil USG saat umur Athaya 5 bulan dalam kandungan Bunda. Foto hasil USG sebelumnya bulan February 2011 tidak sempat diprint (dokternya lupa).

Wassalam!

Minggu, 29 Mei 2011

Bulan KeTiga Athaya Dalam Kandungan Bunda



Foto diatas merupakan hasil USG saat Athaya umur 3 bulan dalam kandungan Bunda, dari hasil chek up dokter kondisi Athaya maupun Bunda Alhamdulillah baik dan juga sehat.

Wassalam!

 

Nurul Athaya. Copyright 2011 All Rights Reserved Athaya by Blog Nurul Athaya Razak Converted into Blogger Template by Nurul Athaya Di Facebook